Tegakkan Larangan

July 9th, 2009
Bookmark and Share

itc-logo-top-page

9 Juli 2009. JENEWA – Ke-40 organisasi anggota International Tiger Coalition (ITC) menyambut pernyataan Bank Dunia hari ini yang mengemukakan bahwa legalisasi peternakan harimau merupakan spekulasi yang terlalu besar bagi dunia jika keberadaan harimau ingin mempunyai masa depan di alam liar.

“Setelah mempertimbangkan alasan-alasan ekonomi dengan cermat, kami mendesak agar komunitas CITES menegakkan larangan atas produk-produk harimau liar dan agar semua negara tetap melarang perdagangan harimau liar di dalam negeri mereka,” kata Keshav Varma, Direktur di Bank Dunia dan ketua Global Tiger Initiative Bank Dunia dalam pertemuan ke-58 Convention on International Trade in Endangered Species Standing Committee.

Perdagangan harimau dilarang secara internasional maupun di dalam negeri di seluruh negara yang memiliki populasi harimau, termasuk Cina – yang secara historis menjadi pasar terbesar untuk produk-produk harimau.

Namun, segelintir pengusaha kaya yang memiliki peternakan harimau berskala besar meminta pemerintah Cina untuk mencabut larangan perdagangan harimau yang telah berlaku selama 16 tahun itu agar minuman anggur dan produk-produk lain yang terbuat dari bagian-bagian tubuh harimau dapat dijual di dalam negeri. “Karena lingkungan pasar yang tidak dapat diprediksi dan fakta bahwa hanya ada 3.500 ekor harimau di alam liar maka tidak ada waktu untuk bereksperimen,” kata Varma kepada ITC. “Perdagangan bagian-bagian tubuh harimau dan produk turunannya bukan untuk kepentingan konservasi harimau liar.”

“Peternakan harimau untuk perdagangan hanya akan mempercepat punahnya spesies yang tak tergantikan ini,” kata Judy Mills, moderator International Tiger Coalition (ITC). “Pernyataan terobosan Bank Dunia ini menandaskan fakta bahwa perdagangan harimau dari sumber manapun tidak dapat dibenarkan jika dunia ingin mempertahankan harimau liar.”

Pernyataan Tn. Keshav Varma, Direktur Sektoral, Pembangunan Perkotaan Asia Timur, Bank Dunia

Peternakan harimau terbukti menjadi masalah yang memecah-belah dan telah menyimpangkan perhatian banyak pihak di kalangan komunitas konservasi dan Negara-Negara yang Memiliki Populasi Harimau dari tujuan bersama untuk menyelamatkan harimau liar di habitat bebas mereka. Akhir-akhir ini, faktor ekonomi dan mekanisme pasar terlalu banyak dipercaya sehingga pengaruhnya menimbulkan masalah yang sangat kompleks ini. Memang, faktor ekonomi merupakan penuntun yang sangat berguna dalam merumuskan suatu kebijakan namun, seperti pernyataan Bank Dunia yang dapat diandalkan berdasarkan pengalaman profesional dan prakteknya yang luas, pendekatan ekonomi yang sempit ada batasnya sehingga pendekatan tersebut kurang tepat untuk diberlakukan bagi subyek ini.

Ada teori yang cerdik yang menyatakan bahwa peternakan harimau adalah dan dapat menjadi obat mujarab bagi konservasi. Tetapi jumlah pakar dan teori yang menyatakan sebaliknya juga sama banyaknya. Hal ini tidak mengejutkan. Ada beberapa hal yang belum diketahui dan bahkan tidak dapat diketahui seberapapun besarnya penelitian dilakukan. Apakah peternakan yang diizinkan akan mempermudah pencucian uang? Apakah peternakan tersebut akan menciptakan pasar baru dan permintaan yang bahkan lebih tinggi terhadap produk-produk harimau liar – bagi mereka yang menginginkan barang mewah – “bukan tiruan”? Lalu, jika pertanian begitu efektif, mengapa beruang liar masih diburu juga padahal empedu beruang yang diternakan mengalami surplus di dunia? Sebenarnya kita tidak mempunyai jawaban atas sanggahan-sanggahan balik tersebut yang hanya dapat diketahui setelah melihat faktanya.

Itulah sebabnya kita perlu berhati-hati. Kepunahan tidak dapat diperbaiki lagi, sehingga tindakan yang bijaksana dan hati-hati menunjukkan bahwa risiko dari legalisasi peternakan untuk eksploitasi komersial bagian-bagian tubuh harimau dan produk-produk turunannya merupakan spekulasi yang terlalu besar bagi dunia. Kita tidak tahu pasti apakah peternakan harimau akan berhasil.

Dan, jika peternakan tidak berhasil, risiko buruknya terlalu besar – kerugian yang tidak dapat diperbaiki lagi. Setelah mempertimbangkan alasan-alasan ekonomi secara cermat, kami mendesak agar komunitas CITES menegakkan larangan atas produk-produk harimau liar dan agar semua negara tetap melarang perdagangan bagian-bagian tubuh harimau serta produk turunannya di dalam negeri mereka.

Kami juga menghimbau agar masyarakat internasional secara umum bekerja sama dalam menyediakan dukungan teknis dan dukungan lain yang diperlukan bagi negara-negara masing-masing dalam menghapuskan peternakan harimau. Ini satu-satunya cara yang aman untuk memastikan agar harimau liar dapat mempunyai masa depan di hari esok.



No comments yet.

Add New Comment


Name (required)


Email (will not be published) (required)


Website


Comment