Desakan maju mitra-mitra GTI dalam pertemuan Bank Dunia

December 12th, 2009
Bookmark and Share

press-forward-article

Washington, DC, 8 Desember 2009 – Dengan semangat dan optimisme tidak lama keberhasilan pelaksanaan Global Tiger Workshop (GTI) pada bulan Oktober yang lalu di Kathmandu, para mitra Global Tiger Initiative berbicara tentang harapan baru untuk harimau liar dalam sebuah pertemuan Bank Dunia pada hari Selasa (tanggal?), namun tetap mendesak agar segera diambil tindakan untuk menghentikan pengrusakan habitat harimau.

Eric Dinerstein, Wakil Presiden dan Ilmuwan Utama World Wildlife Fund, menyampaikan kata-kata pembukaannya, “Di Kathmandu, sesuatu yang sebelumnya kita anggap tidak mungkin – mempersatukan para pimpinan konservasi dan negara-negara yang memiliki populasi harimau untuk merumuskan sebuah rencana aksi, dimulainya “cetak biru” untuk stabilisasi dan pemulihan populasi harimau liar – benar-benar terjadi. Saya benar-benar yakin bahwa ini adalah sebuah proses sejarah.”

GTI sekarang dihadapkan pada harapan yang jauh lebih besar pasca workshop di Kathmandu karena negara-negara yang memiliki populasi harimau (TRC-Tiger Range Countries) telah mengembangkan rencana aksi yang disesuaikan dengan keadaan masing-masing negara yang unik, dan nasib mereka sangat bergantung pada keterlibatan proaktif para pemimpin politik mereka dan bantuan masyarakat internasional.

Selain Bapak Dinerstein, para panelis di jamuan makan siang tersebut terdiri dari Steven Monfort, Direktur Kebun Binatang Nasional Smithsonian, Mahendra Shrestha, Direktur Save the Tiger Fund, Judy Mills, Moderator International Tiger Coalition, dan Keshav Varma, Direktur Program GTI, Bank Dunia. Mereka menganggap pencapaian di Kathmandu tersebut sebagai “lepas landas” untuk inisiatif ini.

Aksi-aksi yang dilakukan oleh pemerintah Nepal di Kathmandu, komitmen negara-negara TRC lainnya dan ditepatinya janji untuk bekerja sama oleh badan-badan internasional seperti CITES (Convention on International Trade in Endangered Species) dan INTERPOL semuanya menjadi katalisator yang kuat bagi negara-negara TRC untuk memperlihatkan rasa memiliki yang dalam terhadap agenda konservasi harimau yang telah direvitalisasi. Hal ini tampaknya menjadi inspirasi bagi para peserta pertemuan untuk lebih terdorong dalam melanjutkan aksi dan capaian.

Perkembangan terbaru dari kegiatan pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi para pembuat kebijakan dan praktisi di lapangan di negara-negara TRC melalui Jaringan Konservasi dan Pembangunan sebagai bagian dari kemitraan Bank Dunia dengan Institut Smithsonian, disampaikan oleh Steve Monfort dari Kebun Binatang Nasional (lihat presentasi Powerpoint di bawah ini).

Pengembangan dan “operasionalisasi” GTI sebagai platform yang nyata untuk konservasi satwa liar yang diintegrasikan ke dalam rencana pembangunan menempati agenda prioritas, seperti halnya dengan Konferensi Tingkat Menteri Asia Pertama tentang Konservasi Harimau yang akan datang, yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada akhir bulan Januari 2010, di Hua Hin, Thailand.

Kurang dari setahun menjelang dilaksanakannya Tiger Summit, berbagai upaya sedang dilakukan untuk memberikan sosialisasi kepada negara-negara yang memiliki populasi harimau dan untuk memobilisasi donor-donor baru, termasuk lembaga-lembaga pembangunan dan sektor swasta dalam rangka mendukung konservasi harimau dan membantu menjadikan konservasi satwa liar dan keanekaragaman hayati sebagai arus utama dalam agenda pembangunan.
Kriteria yang jelas dan terukur yang sekarang ditargetkan diberikan label “Tx2,” atau komitmen dari negara-negara untuk meningkatkan populasi harimau di alam liar sebanyak dua kali lipat selama dekade berikutnya.

Judy Mills, Moderator International Tiger Coalition, memberikan komentar, “Apabila, di bawah Global Tiger Initiative, kita secara tegar mendesakkan jalur diplomatik maka saya yakin bahwa kita dapat menghentikan perdagangan harimau dan pada waktunya dapat mengembalikan populasi harimau liar.”

Pertemuan jamuan makan siang tersebut diadakan di World Bank Institute (WBI) di Washington, dan dipandu oleh Sanjay Pradhan, Wakil Presiden Bank Dunia, WBI.



No comments yet.

Add New Comment


Name (required)


Email (will not be published) (required)


Website


Comment